
Sejumlah warga dan aktivis melakukan warga transfer uang ke rekening Pemkab Bekasi sebagai sindiran terhadap pengelolaan keuangan daerah dan penurunan target pendapatan dalam APBD Perubahan 2025. Bukti transfer bernominal kecil (Rp5.000–Rp10.000) diunggah di media sosial sebagai bentuk protes publik. Aksi ini mencuat pada 3 Oktober 2025 dan diberitakan berbagai media.
Daftar Isi
Kronologi dan Cara Aksi
Aksi dilakukan dengan mentransfer dana ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, kemudian mengunggah bukti transfer disertai pesan satir, seperti “bantu-bantu saja” atau “naikkan PAD”. Sejumlah warga menyebut nominal Rp5.000–Rp10.000 per transfer, dan aksi diikuti puluhan rekening.
Latar Belakang: APBD Perubahan dan PAD
Pemicu aksi antara lain persetujuan APBD Perubahan 2025 yang memproyeksikan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibanding target awal APBD murni. Sorotan publik muncul karena di tengah efisiensi anggaran, target PAD justru direvisi turun oleh DPRD bersama Pemkab.
Suara Warga
Inisiator dan peserta aksi menyebut gerakan ini sebagai bentuk kritik terhadap “buruknya pengelolaan keuangan daerah” serta lambatnya upaya menggali potensi PAD. Narasi ini ikut diperkuat oleh pemberitaan yang mengutip pernyataan inisiator aksi.
Apa Selanjutnya
Publik menunggu tindak lanjut Pemkab dan DPRD terkait transparansi realisasi PAD, strategi peningkatan pendapatan, dan klarifikasi resmi mengenai kondisi fiskal daerah. Arah kebijakan berikutnya diperkirakan tercermin pada dokumen APBD Perubahan yang sudah disetujui, serta langkah optimalisasi sektor pendapatan. Info Daerah
Referensi Berita
- ANTARA Megapolitan – Aksi warga transfer uang ke rekening Pemkab Bekasi
- Liputan6 – Warga transfer uang ke Pemkab Bekasi
- Radar Bekasi – Aksi transfer uang ke kas daerah
- Pikiran Rakyat – Sindiran warga lewat transfer rekening Pemkab Bekasi
- Berita Cikarang – Protes warga melalui transfer uang

