Live TV Streaming RSB 855

Watch the video

Promo News

     

 

VOB.News.com—Posdaya Community Kota Bekasi akan menggelar pelatihan kebun bergizi sebagai salah satu upaya menghijaukan Kota Bekasi.

Setelah sukses menggelar Gebyar Posdaya Kota Bekasi di Halaman Radio Suara Bekasi 855 AM pada 7 Maret 2015 silam, Posdaya Community akan menyelenggarakan Pelatihan Kebun Bergizi pada tanggal 21 April 2015 nanti bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Islam “45” Bekasi. Peserta pelatihan berasal dari Pengurus/Kader/Simpatisan Posdaya se-Kota Bekasi. Latar belakang dilaksanakan Pelatihan adalah untuk meningkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam pembangunan manusia yang terintegrasi dalam kegiatan pembangunan lingkungan hidup yang akan menghijaukan Kota Bekasi. POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga) merupakan konsep pembangunan berbasis keluarga yang mendorong penyegaran kegiatan gotong royong sebagai budaya masyarakat. Sehingga masyarakat melalui pemberdayaan bisa terlibat lebih baik dalam proses pembangunan, karena melibatkan secara langsung dalam pelaksanaannya. Selama pelatihan, peserta dibekali pengetahuan tentang POSDAYA, Pengembangan Kebun Bergizi dengan Model Kawasan Kampung Hijau, Pengelolaan Pasca Panen dan praktik menyemai benih sayuran dan pemindahan bibit sayuran.

Perubahan sektor pertanian ke depan adalah (1) meningkatnya populasi penduduk (2) makin terbatasnya sumberdaya lahan (3) Perubahan iklim global dan (4) Kompetisi bahan pangan versus bioenergi. Sedangkan kondisi perkotaan termasuk Kota Bekasi terlihat bahwa (1) dominasi sektor jasa dan perdagangan di perkotaan mempercepat alih fungsi lahan pertanian (2) 50% (800 juta orang) penduduk hidup di perkotaan dan memerlukan bahan makanan sekitar 6.600 ton setiap hari harus didatangkan dari luar (3) ketersediaan dan akses terhadap bahan pangan semakin terbatas dan (4) tekanan pada sumber-sumber produksi pangan meningkat dan jumlah masyarakat miskin kota bertambah.

Melihat permasalah di atas, di sisi lain potensi/ketersediaan sumber daya hati melimpah berupa tanaman pangan (padi, umbi-umbian), pangan hewani (ternak, ikan), tanaman hortikultura (sayuran, buah-buahan, tanaman rempah dan obat). Kondisi itu juga ditambahi dengan terjadi ketimpangan antara realisasi konsumsi masyarakat masih di bawah anjuran pemenuhan gizi serta perhatian terhadap pemanfaatan lahan pekarangan relatif masih terbatas. Solusinya adalah ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga dan pemanfaatan pekarangan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga.

Pelatihan Kebun Bergizi ini bertujuan untuk (1) meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan (2) memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan (3) mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat.

Apalagi saat ini musim hujan masih melingkupi Kota Bekasi dan sekitarnya, sehingga Kader/Pengurus/Simpatisan Posdaya diharapkan bersemangat dalam menanam berbagai tanaman hijau di sekitar rumah. Tanaman yang ditanam  merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan dapat dijadikan bahan makanan sehari-hari. Tanaman yang ditanam semakin beragam dan tumbuh sehat sehingga dapat menambah keindahan lingkungan di sekitar rumah-rumah warga.

Kebun bergizi tidak hanya dibudidayakan  saat  musim penghujan, namun pada musim kemaraupun sebenarnya juga bisa dilakukan. Hanya saja jika musim kemarau penanaman tanaman dilakukan di dalam polibag karena keterbatasan air. Sedangkan pada musim penghujan warga bebas menanam tanaman di tanah kosong sekitar rumah dan lahan-lahan kosong lainya. Jenis tanaman yang ditanam bermacam-macam, antara lain pepaya, bayam, sawi, cabai, tomat, dan terong. Warga diharapkan sangat menyadari akan pentingnya pemenuhan gizi untuk anggota keluarganya sehingga kebun bergizi adalah salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan.

Pada akhirnya, kebun bergizi ini sangat membantu untuk mengurangi anggaran belanja dalam suatu rumah tangga. Kebun bergizi memberi bukti bahwa untuk hidup sehat itu tidak harus mahal karena sayuran yang ditanam pastinya bebas dari penggunaan insectisida dan berbagai bahan pengawet lainya seperti sayuran-sayuran yang dijual di berbagai toko dan telah diberi bahan pengawet. (HTS)

Voice Of Bekasi

Lifestyle

ESAI

Oleh: Imam Trikarsohadi)* Mau dibilang apa, sebab pada kenyataannya;...

POLHUKAM

More Articles