Harty Muntako 2: Mendahulukan Tuhan

Oleh: Imam Trikarsohadi)*

Menjadi pengusaha sukses merupakan dambaan dari semua orang yang sedang berbisnis. Tapi tidak semua orang bersedia menempuh jalan terjal dan berliku sebagai anak tangga mencapai sukses. Termasuk diantaranya melakukan amal-amalan sesuai ajaran agama agar sukses membuka cahaya keberkahan.

“Seperti dikatakan orang alim, kalau kita mendahulukan Tuhan dalam setiap aktivitas, maka langkah kita akan dimudahkan,” kata Harty Muntako.

Untuk itu sebagai muslimah, Harty terus berupaya meningkatkan ketaatan (keimanan-red) kepada Tuhan yang diantaranya bersikap jujur terhadap relasi bisnis dan konsumen agar tidak ada pihak yang dirugikan.     

“Kita juga wajib menghindarkan diri dari perbuatan syirik. Menyekutukan Allah dengan apa pun, sebab syirik merupakan cikal bakal kegagalan,” ujarnya.

Sebagai muslim, Harty juga sangat menjaga keutamaan sholat lima waktu. Ia meyakini sekali bahwa sholat akan menghindarkan diri dari perbuatan keji dan munkar.

“Menjaga sholat lima waktu dan sholat malam, akan membuat dada kita lebih lapang, tenang dan mampu berkonsentrasi dalam melakukan berbagai macam. Faedah lainya, badan kita merasa lebih segar dan bugar, sehingga aktivitas emosi negatif bisa lebih terkendali,” tuturnya.

Jika ingin sukses, kita juga harus menjaga lidah dan ucapan.   Melakukan fitnah atau ghibah alias bergosip, selain akan menyakiti orang lain dan dimurkai Tuhan, juga hanya membuat waktu yang berharga menjadi sia-sia, dan hanya memperbanyak dosa.

Kiat selanjutnya adalah selalu amanah dan menepati janji.” Kita mesti tepat janji dan jujur kepada siapa pun. Sehingga tercipta energi positif dan tumbuh kepercayaan,“ urainya.

Yang juga penting sebagai kunci agar sukses berbisnis, kata Harty Muntako, harus taat dan rajin  mengeluarkan  zakat, infaq, dan shodaqoh untuk kepentingan umat dan orang - orang yang membutuhkan. 

“Tak ada di dunia ini orang yang rajin shodaqoh jadi miskin,  karena Allah akan membalas segala amal kebaikan kita;  sepuluh kali lipat. Jadi soal sodaqoh ini jangan dijadikan pemanis bibir atau buat bahan riya yang dipamer-pamerkan, tapi harus diamalkan sungguh-sungguh, nanti sukses deh,” papar Harty.

Apa yang dituturkan Harty Muntako benar adanya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda;”Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak.

Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat.

Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim , niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat.

Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa sebagai pengusaha, sebagai Ibu dan sebagai Tokoh Wanita Kota Bekasi, Harty Muntako, nampaknya telah  berhasil melepaskan diri dari jebakan cara pendang  yang terlalu teoritis dan materialistik.

Tiap jengkal kehidupan, termasuk berbisnis, selalu aka nada ujian; seperti lancar atau macet, naik atau turun, dan hal itu siklus yang terus datang dan hilang--silih berganti, tak ada satupun manusia yang terlepas dari seleksi Allah. Ujian dan cobaan kepada hamba Allah tersebut untuk menguji siapa yang lebih baik amalnya.

Justru dari jejak Harty Muntako, dapat dipetik hikmah  bahwa, dikala kita mengalami kesulitan dan kesusahan dalam menghadapi ujian kehidupan, dan kita berharap sekali untuk diangkat kesulitan oleh Allah, justru salah satu solusinya adalah dengan membantu dan menyelesaikan kesusahan hamba yang lain. konsep ini sangat sulit dipahami dengan ilmu keduniaan, apalagi ilmu matematis,  tapi inilah hukum Allah, inilah cara agar Allah terlibat.

Siapa yang ingin menapaki jalan ini tentunya Allah sudah menyiapkan rezeki berlimpah untuknya . Kunci utama untuk meraih kesuksesan bisnis adalah dengan selalu melibatkan Allah dalam berbisnis. Bisnis yang melibatkan Allah dijamin menguntungkan dan membawa keberkahan.

Maka, intisarinya adalah; benahilah niat berbisnis dengan niat untuk menolong orang lain. Bisnis yang berkah adalah bisnis yang bisa memberikan solusi bagi orang lain, baik untuk konsumen, karyawan, rekan, dan tentu diri kita sendiri. Dengan membangun sebuah bisnis, maka kita bisa membantu konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa yang kita sediakan. Dengan berbisnis, kita dapat membuka jalan rezeki bagi karyawan yang membantu usaha kita. Dan dengan berbisnis pula kita dapat menggerakkan sendi-sendi perekonomian dengan bekerjasama dengan para pihak. Bisnis dapat menjadi sumber rezeki yang besar bagi yang mau menjalankannya.

Niat yang tulus untuk menolong orang lain akan mendapat keridhaan Allah Swt. Bisnis yang dijalankan dengan baik, sesuai dengan syariat bermuamalah akan mendatangkan rahmat dan rezeki dari Allah SWT. Itulah mengapa, setiap bisnis hendaknya dijalankan dengan melibatkan Allah SWT. Sikap-sikap terpuji seperti jujur dan adil dalam bisnis harus dimiliki agar bisnis terus berkembang dan langgeng.

Inilah makna dari Tawakkul (Tawakkal) yakni, usaha secara optimal dalam mengambil sebab-sebab keberhasilan atau apa-apa yang diinginkan sesuai dengan garis-garis ilahiyat dan kemampuan, barulah menyerahkan diri sepenuhnya (hasil yang diharapkan itu) kepada Allah Subnahahu wa Ta`ala.(bersambung ke Harty Muntako #3: Pentingnya Motivasi Diri).