Bencana Alam Di Papua dan Lombok Renggut Puluhan Korban Jiwa

Papua & Lombok (855.news.com)--Sepanjang Sabtu dan Minggu terjadi bencana tanah banjir dan tanah longsor di Papua dan Lombok yang menelan puluhan korban jiwa dan kerusakan lainya.

Di Papua,  Kepolisian daerah (Polda) Papua telah mengumumkan 22 nama dari 64 korban meninggal akibat banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, pada Sabtu (16/3) malam hingga Minggu dini hari. Para korban kini berada di RS Bhayangkara, Jayapura. 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal didampingi Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol Ramon A di RS Bhayangkara, Kota Jayapura, Minggu malam, mengatakan ke-22 korban tersebut telah diserahkan ke keluarga.

"Tiga nama korban pertama telah diserahkan langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar kepada keluarga," katanya, seperti dikutip Antara, Minggu malam (17/3).

Nama-nama korban yang berhasil diidentifikasi
1. Tiara;
2. Nur Asifah;
3. Jean Felle;
4. Edi Giori Gilbert Fernadus;
5. Gunawan Weya;
6. William Steven Erary;
7. Wilem Tapilatu;
8. Elsita F. Setiarini;
9. Elisa Benyamin Fernandus;
10. Yunanik;
11. Aglan Monim;
12. Loowik Tukayp;
13. Kaidina Wanimbo;
14. Martina Maria Monim;
15. Bayi Ny. Mira Wenda;

16. Evelin Elin Korwa;
17. Kristian Erary;
18. Viktoria Erary;
19. Denselina;
20. Nortee Monim;
21. Ikel Wenda;
22. Poniman Tabuni

Kamal menambahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah, karena personel TN/Polri, tim SAR dan pemangku kepentingan lainnya masih dikerahkan di setiap titik yang dianggap sebagai tempat terparah dan terdapat korban jiwa.

"Anggota masih terus melakukan pencarian para korban yang belum ditemukan dan untuk korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Bhayangkara dan untuk korban luka-luka masih dirawat di beberapa rumah sakit seperti RS Yowari Sentani, RS Dian Harapan Waena dan RS Bhayangkara Jayapura," kata Kamal.

Banjir bandang yang terjadi Sabtu (16/3) malam itu, menyebabkan 64 orang meninggal dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Tercatat sembilan distrik di Kabupaten Sentani terkena banjir.

Bencana di Lombok

Di Lombok,gempa magnitudo 5,8 memicu tanah longsor di kawasan wisata Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (17/3). Akibat longsor dua orang dikabarkan tewas.

"Dari informasi yang kami terima baru bisa dievakuasi 5 orang, 2 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, 1 orang dirawat di Puskesmas Bayan," kata Kepala BPBD NTB Muhammad Rum di Mataram, Minggu (17/3).

Kawasan air terjun yang longsor berada di bawah kaki Gunung Rinjani. Di antara wisatawan yang terjebak ada turis asing asal China dan Malaysia. 

Menurut dia, saat ini BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Dinas Kesehatan Lombok Utara sudah mengirimkan empat ambulans ke lokasi kejadian. (tim).