Mega Mustika: Dangdut Menggetarkan Dunia

SB.com, Jakarta--Musik dangdut kini semakin berjaya di mancanegara seperti Jepang, Negara-negara Arab, Asia Tenggara, Kanada dan Amerika Serikat.

Seiring perkembangan teknologi informasi, maka, perkembangan dangdut semakin luar biasa, karena stasiun radio di Indonesia yang daya pancarnya dilengkapi teknologi streaming, kini bisa didengar dimana saja di hampir seluruh dunia seperti misalnya siaran Radio Suara Bekasi 855 AM . Acara BUKA DASI (Buat Kamu Dangdut Siang) dari pukul 11.00-14.00 pendengarnya hingga ke berbagai nagara.    

Hal ini tentu saja menjadi fenomena yang dasyat. Bagaimana tidak, musik dangdut yang notabene  musik  rakyat  Indonesia yang dahulu dikesankan sebagai musik kampungan, menjemukan dan kadang dicap murahan, kini mendobrak kazanah musik dunia.

Untuk lebih mengetahui sejauhmana daya dorong musik dangdut sekarang ini dalam kazanah musik tanah air maupun dunia, SB.com mewawancarai artis dangdut Mega Mustika. Berikut petikannya:

Sudah berapa lama berkecimpung sebagai Artis Dangdut, dan sudah berapa album yang telah direlease?

Saya bekecimpung di dunia dangdut sejak saya masih berumur 10 tahun, berarti sudah 31 tahun saya menekuni mozaik dunia dangdut. Alhamdulilah lebih dari 15 album telah saya publish.

Untuk pentas, sudah kemana saja?

Saya sudah pentas dari panggung ke panggung di hamri seluruh pelosok Indonesia. Untuk luar negeri, yang sering di Malaysia dan Saudi Arabaia.

Menurut Mbak Mega, dimana letak keunikan musik dangdut?

Dangdut adalah jenis musik yang sangat unik. Dangdut dapat dipadukan dengan berbagai musik lain yang bersifat konservatif, misalnya ketika rock didangdutkan berubah menjadi rockdut, pop didangdutkan menjadi popdut, dan musik jawa seperti keroncong didangdutkan menjadi campur sari. Dangdut memiliki biraba 4/4 dan jarang ditemukan lagu dangdut yang memiliki birama3/4 kecuali pada berbagai lagu dangdut tahun 1960-an seperti burung nuri dan seroja. Musik dangdut berbeda dengan aliran musik lain seperti pop, rock, keroncong dan mengandalkan ketukan tabla dan singkep. Musik dangdut dibawakan dengan nada dicengkokan, dan hal inilah yang menjadi daya tarik utama dangdut yang membawa penikmatnya dengan tanpa sadar berjoged. Dan saking nikmatnya, sebagian orang berpendapat stress dikepala hilang sesaat  apabila mendengar dan berjoged dangdut.

Apa benar, perkembangan musik dangdut sejalan dengan perkembangan situasi kehidupan masyarakat, politik dan ekonomi?

Dangdut masuk ke Indonesia tahun 1940-an ketika musik melayu kontemporer masuk dan berpadu dengan unsur-unsur India (seperti penggunaan tabla) serta cengkok dan harmonisasi Arab. Perkembangan dangdut mulai matang tahun 1950-an sampai 1960-an ketika banyak bermunculan orkes-orkes melayu di Jakarta yang memainkan lagu Deli dari Medan. Dan bersamaan dengan masuknya musik India kedalam dangdut yang dibawa oleh  Eliya Kadam dengan lagu boneka Indianya dan Husein Banafie. yang berhasil membius masyarakat kita dengan nada-nada indahnya.  Gaya musik dangdut terus berkembang ditahun 1970-an dengan kemunculan Soneta Group yang dimotori Rhoma Irama sang King of Dangdut, Elvie Sukaesih sang ratu dangdut, dan A. Rafiq si Elvisnya dangdut. Mereka membawa musik dangdut menjadi musik yang digemari masyarakat Indonesia  khususnya kaum marjinal. Apalagi, pada tahun itu perkembangan musik Barat sedang panas-panasnya dan membawa angin segar bagi musik dangdut dengan kemunculan gitar listrik, mandolin, orgen listrik dan perkusi.  Nada dangdut yang lemah gemulai dan merayu-rayu serta sangat terbuka terhadap pengaruh musik lain mulai dari keroncong, laggam, rock, pop, bahkan house musik  makin menancapkan eksistensi dangdut pada waktu itu. Sebut saja lagu adu domba ciptaan Rhoma Irama yang berhasil membius dan mengetarkan pinggul orang Indonesia untuk bergoyang.

Seiring perkembangan, dangdut mulai meramaikan jagad hiburan dan industri musik tanah air sehingga Indonesia mulai terserang wabah dangdut. Bahkan  virus dangdut sampai ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, beberapa negara Eropa, hingga negara adikuasa yaitu Amerika Serikatpun tidak luput dari wabah dangdut.

Dangdut memang fantastis. Dangdut  telah melewati berbagai kondisi yang berbaur dengan kultur masyarakat Indonesia. Dangdut adalah musik kebanggaan bangsa, karena melalui dangdut kita dikenal dunia dan melalui dangdut juga kita memiliki karakter musik tersendiri yang dimiliki bangsa lain. Fanatisme akan dangdut juga menjadi fenomena yang ajaib bahkan beberapa tokoh musik dunia menyebut itu sebagai the miracle of dangdut. Fanatisme itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia saja, bahkan negara-negara lain seperti Arab Saudi, Qatar, Belanda , sampai negara adidaya yaitu Amerika Serikat tak luput dari fanatisme dangdut. Hal itu dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti: (1) lirik musik dangdut yang unik dan mudah dimegerti, (2) dangdut adalah musik rakyat, tidak ada pembeda baik sikaya atau si miskin (3)  aransemen musik yang  familiar dan mudah mengajak badan untuk bergoyang, dan (4) musik dangdut yang dipercaya dapat menghilangkan stres adalah faktor penentu kenapa dangdut sangat digemari .Dangdut juga kerap kali digunakan sebagai alat politik. Partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan musik dangdut untuk menarik massa.

Konon katanya, para artis dangdut generasi sekarang disebut-sebut mengalami erosi karakter, mereka tidak sekuat era Evi Tamala, Elvy Sukaesi dan Rita Sugiarto. Yang belakangan ini cenderung pamer tubuh, bukan kualitas olah vokal. Bagaimana pendapat Mbak?

Setelah reformasi dangdut mulai menapaki perjalanan baru  yaitu dangdut  yang lebih demokratis, dangdut menjadi lebih berani dan agresif. Media masa dan TV menjadi lebih sering mengadakan acara-acara dangdut yang dibumbui goyang erotis. Hal ini adalah evolusi dari berbagai  goyang dangdut diberbagai daerah, jadi anggap saja itu bagian dari perkembangan sejarah musik dangdut, kelak pasti akan kembali berbicara soal kualitas, dan ujung-ujungnya masyarakatlah yang akan menseleksi.(IT)