Sekitar 45 Artis, 100 Model, Termasuk Penyanyi Dangdut, Terlibat Prostitusi Online

Surabaya (855.news.com)--Polda Jawa Timur  menemukan ratusan artis dan model terlibat kasus prostitusi online. Temuan itu diketahui usai polisi membongkar prostitusi online yang melibatkan dua artis Vanessa Angeldan Avriellia Shaqqila. 

Angka itu ditemukan setelah penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan pemeriksaan intensif terhadap dua mucikari yang sudah jadi tersangka dalam perkara ini, yakni ES (37) dan TN (28). Jumlah artis yang diduga terlibat sebanyak 45 artis, dan 100 model.

"Tadi malam tim penyidik sudah melakukan pengembangan, bukan hanya dua, ada 45 semuanya artis," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (7/1).

Menurut dia, seluruh artis itu di bawah kendali dua mucikari ES dan TN. Namun, jaringan keduanya berbeda.

"ES ini yang memang langsung berhubungan dengan oknum artis yang dia sediakan. Yang TN yaitu di dari model dari FHM dari Popular. Ini nama-nama sudah kita pegang, ini ada 100 nama dari majalah populer dari iklan dan lain-lain," kata dia. 

Luki mengatakan polisi sudah mengantongi seluruh data para artis dan model tersebut. Polisi juga telah mengetahui tarif kencan yang dibanderol oleh mucikari itu.

"Karena kita sudah punya foto-foto dan nama-namanya dan sebagian transaksinya. Ada yang Rp 100 juta, Rp 80 juta, Rp 50 juta dan Rp 25 juta," kata Luki. 

Berdasarkan pengembangan, Luki menyebutkan, pihaknya menemukan bahwa ES dan TN ini melayani, transaksi prostitusi secara online ke semua kota, sesuai dengan pesanannya, bahkan bisa sampai di luar negeri.

"Polisi akan memanggil artis dan model yang diduga terlibat dalam jaringan prostitusi online tersebut, itu satu per satu,"ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi membeberkan artis yang diduga terlibat dalam jaringan prostitusi online terdiri dari beragam profesi seperti model, hingga penyanyi dangdut.

"Ada artis, ada penyanyi dangdut, ada model," kata Harissandi, saat ditemui di Mapolda Jatim, Senin (7/1) siang.

Terkuaknya keterlibatan para artis itu setelah polisi menggali keterangan dari mucikari ES (37) dan TN (28). Keduanya merupakan mucikari yang ditangkap usai polisi membongkar prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila.

Polisi juga mengetahui jaringan prostitusi online yang melibatkan para artis setelah penyidik menyita handphone milik para mucikari. Dalam ponsel mereka ada jejak percakapan yang dilakukan para mucikari tersebut dengan para calon pelanggannya.

"Percakapan mereka, antara pelanggan sama mucikari, namanya ada di handphone, oh dia pesan," kata Harissandi.

Untuk para pelanggan, Harissandi mengatakan berasal dari berbagai kalangan mulai dari pengusaha hingga pejabat. Meski demikian dia enggan membeberkan lebih jauh soal pejabat apa dan siapa, yang diduga memesan jasa prostitusi artis via online melalui dua mucikari tersebut.

"Kebanyakan pengusaha, pejabat ada, pokoknya pejabat saja," jawab Harissandi, saat ditanya apakah pejabat tersebut adalah pemimpin daerah ataupun pejabat publik.

Menurut Harissandi para artis ini melayani pemesanan hingga ke seluruh kota di Indonesia sampai ke luar negeri.

Para pemesan tak hanya para pengusaha, pejabat Indonesia, tapi juga orang berwarga negara asing (WNA).

"Ada dia pesan buat ke Hongkong, ke Singapura, berapa lama, tiga hari, ya tarifnya tiga ratus. Pemesannya bisa pejabat, bisa pengusaha, WNI semua, ada juga yang WNA," ujar dia.(*/tim).