Menhan: Tak Ada Negosiasi bagi Pembunuh Puluhan Pekerja di Papua

Jakarta (855.news.com) -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan tidak ada negosiasi dalam penanganan pelaku penembakan yang diduga telah membunuh 31 pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga.

"Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan. Itu saja," kata Ryamizard di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa 4 Desember 2018.

Menurut Ryamizard, pelaku pembunuhan itu bukan sekadar kelompok kriminal bersenjata (KKB) karena sudah bertindak brutal.

"Kalau sudah nembak-nembak gitu ya siapapun lah. Tidak ada kriminal nembak sebanyak orang itu," paparnya.

Ryamizard menduga pelaku merupakan kelompok lama pemberontak atau separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. "Kenapa saya bilang pemberontak? Ya kan mau memisahkan diri, Papua dari Indonesia," katanya.

Ryamizard menegaskan penanganan kelompok tersebut tidak cukup dengan aparat Kepolisian. Karena, menurut dia tindakan ini sudah mengancam kedaulatan negara."Itu kan memberontak bukan kriminal lagi, penanganannya harus TNI. Kalau kriminal iya polisi," ujarnya.(*/im).